Pewarta: Wito
Biro: Jember
Editor: Gareng Petruk
Media: Pasukan08.com
JEMBER — Di bawah langit Rambipuji yang hangat, dua kekuatan sosial rakyat bersatu: Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dan Pasukan 08 DPC Rambipuji.
Selasa (4/11/2025), mereka turun langsung ke lapangan — bukan untuk seremoni, tapi untuk memastikan dua warga yang membutuhkan perawatan serius benar-benar mendapat hak kesehatannya lewat program pemerintah yang gratis.
Satu pasien menjalani operasi mata, dan satu lagi, Intan Ayuningtias, menderita tumor jinak di punggung sebesar mangkuk yang harus segera dioperasi.
💪 “Kami Tidak Sekadar Mendampingi, Kami Menyelamatkan Harapan”
Menurut Siti Saromah, PSM Desa Rambipuji sekaligus Bendahara DPC Pasukan 08, kegiatan ini adalah bentuk nyata kolaborasi sosial yang berpihak pada rakyat kecil.
“Hari ini kami dampingi dua pasien, satu operasi mata, satu lagi pasien tumor jinak. Yang perlu perhatian khusus adalah Mbak Intan Ayuningtias,” jelas Saromah.
“Kondisi keluarganya memprihatinkan — ibunya bekerja serabutan, anak-anaknya mengalami gangguan mental. Tapi kami tidak tinggal diam.”
Pasien Intan tinggal bersama ibu dan adiknya di Dusun Curahancar, Desa Rambipuji. Adiknya kini mulai membaik berkat perawatan rutin Puskesmas Rambipuji, namun kondisi Intan kian mengkhawatirkan — tumor jinak di punggungnya membesar dan menekan aktivitas hariannya.
❤️ Dukungan Total dari Pemerintah Desa dan Puskesmas
Di lapangan, semangat gotong royong benar-benar hidup. Kepala Desa Rambipuji, Dwi Diyah Setyorini, memberi dukungan penuh terhadap langkah cepat PSM dan Pasukan 08.
“Kami sudah bentuk personel PSM dengan SK resmi, tugas mereka mendampingi warga yang butuh pertolongan, khususnya di bidang kesehatan,” ujar Kades Dwi.
“Setiap ada laporan warga sakit, kami pasti turun langsung. Ojo pernah leren dadi wong apik — jangan pernah berhenti jadi orang baik,” tuturnya mantap.
Pihak Puskesmas Rambipuji juga ikut membantu penuh dalam perawatan dan proses rujukan ke rumah sakit.
Mas Arif, sopir ambulans desa, bahkan rela mengantar pasien dengan tulus tanpa pamrih, menunjukkan bahwa pelayanan sosial sejati masih hidup di hati rakyat.
😢 “Kami Tidak Bisa Mengucapkan Apa-apa Lagi, Selain Terima Kasih”
Air mata mengalir di pipi Ibu Endang, ibu dari pasien Intan, saat mendampingi anaknya di rumah sakit.
Dengan suara lirih, ia menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada semua pihak yang telah peduli.
“Terima kasih kepada Ibu Kades Rambipuji, PSM, dan Pasukan 08, juga Mas Arif sopir ambulans desa. Kami tak bisa berkata apa-apa lagi. Hanya bisa berdoa semoga semuanya dibalas kebaikan oleh Allah,” ujarnya sambil meneteskan air mata.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pihak Puskesmas Rambipuji dan Bapak Kasun Curahancar, Sutrisno, yang ikut aktif membantu pendampingan dan pengurusan rujukan medis.

🩺 Pasukan 08: Bergerak Cepat, Bukan Hanya di Dunia Maya!
Ketua Umum Pasukan 08, Arfian, di Jakarta, turut mengapresiasi gerakan sosial dari bawah ini.
Menurutnya, inilah wujud revolusi sosial rakyat yang sesungguhnya — nyata, cepat, dan langsung menyentuh kemanusiaan.
“Pasukan 08 itu bukan sekadar komunitas digital, tapi kekuatan sosial yang hadir di tengah rakyat. Kami bantu tanpa pamrih, karena kemanusiaan tak mengenal birokrasi,” tegas Arfian.
“Jangan tunggu viral dulu baru bergerak — bantu dulu, karena keikhlasan adalah berita terbaik untuk bangsa.”
📣 Pasukan 08 DPC Rambipuji Membuktikan:
✅ Tidak semua pahlawan memakai seragam, sebagian datang dengan tangan penuh kasih.
✅ Kolaborasi antara PSM, pemerintah desa, dan relawan adalah kunci pelayanan publik yang cepat dan tanggap.
✅ Rakyat kecil tak butuh belas kasihan, mereka butuh pendampingan yang nyata.
Pasukan 08 tetap konsisten di garis depan perjuangan sosial rakyat.
Dari kota sampai pelosok desa, satu prinsip tetap dijaga:
“Kami tidak mencari panggung. Kami menciptakan harapan.”
📰 Laporan ini adalah bagian dari Gerakan Sosial Pasukan 08 —
Bergerak Bersama Rakyat, Untuk Kemanusiaan, Tanpa Sekat dan Tanpa Syiar Dusta.










