Klaten – Semangat gotong royong dan keberpihakan kepada rakyat kembali ditunjukkan melalui aksi nyata. Anggota DPR RI, Didik Haryadi, menyerahkan satu unit ambulans kepada relawan Reaksi Cepat Tanggap Darurat (RCTD) Klaten dalam rangkaian kegiatan sosial budaya pagelaran wayang kulit di Desa Tegalampel, Kecamatan Karangdowo, Sabtu malam (1/2/25).
Penyerahan ambulans ini menjadi simbol kuat bahwa kerja politik harus berpihak pada kemanusiaan dan kebudayaan rakyat. Di tengah pagelaran wayang kulit—warisan budaya yang sarat nilai perjuangan—bantuan kemanusiaan hadir sebagai bukti nyata kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat.
“Kami berharap ambulans ini bisa berkontribusi kepada masyarakat dan memberikan optimisme baru untuk teman-teman relawan,” ujar Didik Haryadi.
Didik menegaskan bahwa dukungan terhadap kegiatan sosial dan budaya akan terus ia lakukan secara berkelanjutan, karena keduanya merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang berdaya dan berkarakter.
“Kami akan terus memberikan support untuk kegiatan-kegiatan sosial dan budaya. Malam ini kita kemas pagelaran wayang kulit sekaligus penyerahan mobil ambulans sebagai wujud kepedulian,” katanya.
Hingga saat ini, Didik Haryadi telah menyalurkan empat unit ambulans di wilayah Boyolali dan Klaten, dan ke depan akan dilanjutkan ke daerah lain sesuai kebutuhan masyarakat dan relawan kemanusiaan.
Ia berharap tambahan armada ini dapat memperkuat kesiapsiagaan relawan dalam menjalankan misi kemanusiaan.
“Harapannya armada teman-teman bertambah, kegiatannya juga bertambah, sehingga mereka memiliki back up kendaraan yang lebih memadai,” jelasnya.
Didik juga menambahkan bahwa ambulans yang diserahkan merupakan unit baru dengan biaya perawatan yang relatif rendah.
“Karena unitnya baru, maintenance-nya rendah, sehingga efisiensi meningkat dan kebutuhan relawan lainnya bisa dialokasikan untuk hal yang lebih penting,” tambahnya.

Pasukan 08: Aksi Nyata untuk Kemanusiaan
Ketua DPW Pasukan 08 Klaten, Eko Setyo Atmojo, mengapresiasi langkah Didik Haryadi yang dinilainya selaras dengan semangat perjuangan relawan dan kepedulian terhadap rakyat.
“Apa yang dilakukan Pak Didik adalah contoh nyata politik yang berpihak pada kemanusiaan. Ambulans ini bukan sekadar kendaraan, tetapi alat perjuangan untuk menyelamatkan nyawa dan melayani rakyat,” tegas Eko.
Eko menambahkan, Pasukan 08 selalu mendorong sinergi antara wakil rakyat, relawan, dan masyarakat dalam membangun sistem sosial yang tangguh.
“Pasukan 08 berdiri bersama relawan. Kami percaya bahwa kekuatan bangsa lahir dari gotong royong, dari kepedulian yang diwujudkan dalam aksi nyata, bukan sekadar wacana,” ujarnya.
Dengan adanya tambahan ambulans ini, diharapkan pelayanan darurat kesehatan di Kabupaten Klaten semakin cepat dan responsif. Aksi ini sekaligus menegaskan bahwa kegiatan sosial, budaya, dan kemanusiaan dapat berjalan beriringan dalam satu napas perjuangan untuk rakyat.










