Pasuruan, 4 November 2025 | Pewarta: Firnas Muttaqin | Editor: Media Center Pasukan 08
Di bawah terik matahari dan suara klakson yang bersahutan, ratusan pengemudi ojek online (ojol) dari berbagai platform—Grab, Gojek, Maxim, Shopee—memadati halaman DPRD Kota Pasuruan. Mereka bukan mau ngantar orderan, tapi ngantar keresahan! 🚨
Masalahnya bukan soal tarif, bukan juga soal order fiktif—tapi soal bensin!
Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Petralite yang mereka beli di beberapa SPBU diduga bikin mesin motor nyendut-nyendut alias batuk-batuk kayak orang kedinginan pas tanggal tua. 😅
🔧 “BBM Bikin Mesin Nyendut, Bukan Nyentuh Harapan”
Koordinator aksi, Muhammad Yunus, dengan suara serak tapi semangat menyala, berkata lantang:
“Motor kami banyak yang rusak gara-gara isi Petralite! Filter kotor, karburator mampet, bahkan ada yang turun mesin! Kami ini rakyat kecil, kerja buat makan, tapi malah nombok buat servis!”
Para driver menuntut kompensasi dan ganti rugi, serta meminta DPRD memanggil pihak SPBU dan Pertamina untuk tanggung jawab. Mereka juga mendorong dilakukan sidak ke SPBU yang diduga nakal.
Lucunya, pihak SPBU selalu berdalih, “Kami rutin ambil sampel tiap pagi kok!”
Tapi, kata para driver, “Lah, yang diambil pagi itu bensinnya, yang dijual sore airnya!” 😤

🏛️ DPRD Turun Tangan: “Saya Juga Nyendut, Lho!”
Ketua DPRD Kota Pasuruan, M. Toyib, langsung angkat bicara. Dengan gaya khasnya yang santai tapi tegas, ia berkata:
“Saya juga ngalami sendiri kok. Sepeda motor baru, tapi nyendut-nyendut. Ini memang harus kita tindak lanjuti. Bukan cuma ojol, masyarakat banyak yang kena!”
Ucapan itu langsung disambut sorak tepuk tangan para ojol. “Wah, akhirnya DPRD juga merasakan penderitaan rakyat!” teriak salah satu driver sambil tertawa.
Toyib menegaskan bahwa DPRD akan memanggil pihak SPBU, Pertamina, dan aparat terkait untuk duduk satu meja. Bahkan rencananya akan ada sidak lintas wilayah antara Kota dan Kabupaten Pasuruan.
“Kalau terbukti, ya stop dulu jual Petralite-nya! Jangan sampai rakyat jadi korban terus,” tegasnya.

🧭 Semangat Rakyat: “Kalau Mesin Rusak, Semangat Jangan!”
Meski aksi itu berlangsung damai, semangat para pengemudi terasa membara. Mereka membawa spanduk bertuliskan:
“Bensin Rusak, Mesin Ambyar, Tapi Kami Tetap Melaju Demi Anak Istri!”
Sebuah kalimat sederhana tapi menggugah: ketika mesin mogok, hati mereka tetap jalan.
🗣️ Arfian, Ketua Umum Pasukan 08: “Inilah Wajah Rakyat Digital yang Bangkit!”
Ketua Umum Pasukan 08, Arfian, memberi komentar atas aksi ini:
“Rakyat kecil itu bukan minta belas kasihan, mereka minta keadilan. Kalau bensin rusak bikin rakyat rugi, ya negara harus turun tangan. Jangan biarkan SPBU nakal seenaknya! Ini bukan sekadar soal motor nyendut, tapi soal nasib rakyat yang disendut-sendut terus oleh sistem yang cuek!”
Arfian menambahkan,
“Pasukan 08 akan bantu kawal isu ini di media digital. Kita bawa suara ojol sampai ke pusat! Karena dari bensin saja, kita bisa ukur: sejauh mana negara hadir buat rakyatnya!”

⚡ Fakta di Lapangan:
- Banyak driver alami kerusakan di bagian filter dan injektor usai isi Petralite.
- Beberapa SPBU di wilayah Bugul Lor, Purworejo, dan Pohjentrek diduga menjual BBM dengan kualitas di bawah standar.
- Rata-rata biaya perbaikan motor mencapai Rp 300–600 ribu per unit.
- SPBU membantah, tapi belum ada hasil uji laboratorium terbuka untuk publik.
💡 Catatan Pasukan 08:
BBM itu bukan sekadar bahan bakar mesin, tapi bahan bakar kehidupan jutaan rakyat kecil.
Kalau kualitasnya jelek, maka bukan cuma motor yang rusak—kepercayaan rakyat juga bisa mogok di tengah jalan. 🚫
Negara harus hadir, bukan cuma lewat janji, tapi lewat aksi dan transparansi.
Pasukan 08 siap jadi jembatan digital rakyat: dari jalanan menuju ke meja kebijakan.
“Bensin boleh murah, tapi harga kejujuran jangan murahan.”
— Arfian, Ketua Umum Pasukan 08
🔥 Media Center Pasukan 08
Bersama rakyat, dari jalanan hingga jagat digital. Kami bukan penonton, kami pengawal suara bangsa!










