Pewarta: Eko Setyo Atmojo
Editor: Tim Pasukan 08
Biro: Klaten Raya
Warga Dusun Kroman Gelar Kirab Budaya, Pasukan 08: Ini Bukti Rakyat Masih Setia Menjaga Alam dan Tradisi!
Klaten – Semangat gotong royong dan kecintaan rakyat terhadap budaya kembali berkobar di tanah Jawa! Warga Dusun Kroman, Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, Klaten, menggelar Kirab Budaya untuk memohon berkah air, Minggu (2/11).
Bukan sekadar kirab biasa, tapi ini adalah perwujudan doa, harapan, dan penghormatan terhadap alam. Warga beriringan membawa wadah berisi dawet — minuman tradisional khas rakyat kecil — menuju Umbul Kroman, sumber air yang telah menghidupi dusun sejak ratusan tahun silam.

Sesampainya di umbul, para sesepuh desa memimpin prosesi spiritual dengan sejen dan dupa, berkomunikasi dengan alam, meminta agar air tetap jernih dan berkahnya mengalir untuk kehidupan warga. Dawet yang dibawa pun dituangkan ke mata air, sebagai simbol kesejukan, kesegaran, dan kemakmuran bersama.
“Dulu mungkin karena habis jalan jauh, haus, terus minum dawet biar segar. Tapi kalau dipikir-pikir, dawet itu lambang kesegaran hidup. Air umbul juga biar segar dan jernih terus,” ujar Mbah Legiman, tokoh warga Kroman, dengan senyum penuh makna.
Tradisi yang digelar setiap 10 Jumadil Awal (penanggalan Jawa) ini sudah berlangsung turun-temurun. Dan seperti biasa, usai prosesi kirab, warga berkumpul, minum dawet bareng, lalu kenduren — makan bersama di bawah rindangnya pepohonan, simbol persaudaraan tanpa sekat.
Kepala Desa Mranggen, Sutarman, juga menyampaikan rasa bangga atas semangat warganya. Ia menegaskan bahwa ke depan, Umbul Kroman akan dikembangkan menjadi wisata air berbasis budaya dan UMKM rakyat.
“Sekarang masih tahap awal. Tapi nanti 2027, Umbul Kroman akan kita jadikan destinasi wisata rakyat. Biar ekonomi warga tumbuh, budaya tetap lestari,” tegas Sutarman, penuh semangat nasionalis.

Pasukan 08 Menyapa Rakyat:
Tradisi seperti inilah yang menjadi sumber kekuatan bangsa. Di tengah derasnya modernisasi dan arus global, warga Kroman membuktikan bahwa cinta budaya, cinta alam, dan gotong royong masih hidup di dada rakyat.
Inilah Indonesia sejati!
Negeri yang kuat bukan karena gedung tinggi, tapi karena akar tradisinya tidak tercerabut.
Negeri yang sejahtera bukan karena uang berlimpah, tapi karena airnya tetap mengalir dengan berkah dan doa rakyat kecil.
“Selama rakyat masih mau turun tangan menjaga alam dan tradisi, Indonesia tak akan pernah kering dari harapan.” — Pasukan 08 Klaten Raya
Kalau Gareng-Petruk bilang:
“Ngopi boleh, tapi jangan lupa, air kopi pun berasal dari air berkah rakyat.” ☕💪










