Pewarta: Eko Setyo Atmojo
Editor: Tim Pasukan 08
Biro: Klaten
Gaya Ciri Khas: Media Center Pasukan 08
Klaten — Di bawah sinar mentari yang menembus lembut pepohonan Desa Kaligayam, Kecamatan Wedi, rakyat dan tentara berdiri tegak dalam satu barisan: satu hati, satu semangat, satu cinta untuk negeri. Kamis (6/11/2025) menjadi saksi, ketika Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun Anggaran 2025 resmi ditutup — bukan sekadar upacara, melainkan peneguhan janji antara rakyat dan prajurit, bahwa jalan perjuangan harus terus dibuka, sejengkal demi sejengkal, hingga pelosok terakhir republik ini.
Dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0723/Klaten, Letkol Inf. Slamet Hardianto, dan dihadiri oleh Bupati Klaten beserta Forkopimda, penutupan ini bukan akhir, tapi awal dari perubahan nyata. “Kami sangat berterima kasih atas dukungan penuh dari Bupati Klaten yang telah menganggarkan APBD untuk program TMMD ini. Sinergi rakyat dan pemerintah, itulah kekuatan sesungguhnya Indonesia,” ujar Dandim, dengan suara tegas namun hangat.
Jalan Baru dari Keringat Rakyat dan Tentara
Selama hampir satu bulan penuh, dari 8 Oktober hingga 6 November 2025, para prajurit TNI bersama warga bahu-membahu membuka jalan, membangun talud, memasang gorong-gorong, merehab rumah tak layak huni, dan membuat jamban bagi keluarga sederhana. Panjang jalan yang terbuka: 495 meter — tapi panjang manfaatnya bisa menembus waktu.
Bukan hanya fisik yang dibangun. Dalam TMMD ini, juga ada penyuluhan wawasan kebangsaan, bahaya narkoba, dan bijak bermedia sosial. Sebab, membangun negeri tak cukup dengan semen dan pasir — tapi juga dengan pikiran yang tercerahkan.
Suara Rakyat yang Kini Punya Jalan
“Dulu jalannya becek, kalau hujan kami susah lewat. Sekarang sudah bagus, Alhamdulillah, Mas,” ucap Bu Puji, dengan mata berbinar.
Sementara Mbah Poniyem, dengan kain jarik dan suara bergetar menahan haru, berkata, “Rumah saya dulu nggak punya jalan. Harus lewat teras rumah tetangga. Sekarang negara datang, kasih jalan. Saya sangat bersyukur.”
Sungguh, di mata rakyat kecil, pembangunan bukan soal proyek — tapi soal harga diri. Soal negara yang datang menyapa, bukan sekadar mencatat.

Sinergi yang Menyala
Dalam sambutannya, Bupati Klaten menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan TNI:
“Sinergitas ini harus selalu kita jaga dan tingkatkan. Karena hanya dengan gotong royong dan semangat kebersamaan, pembangunan cepat dan merata di Klaten bisa benar-benar terwujud.”
Kalimat sederhana, tapi maknanya dalam: Negara kuat karena rakyatnya terlibat.
Jalan, Simbol Harapan
Desa Kaligayam, yang terletak di perbatasan Kabupaten Gunungkidul, kini memiliki urat nadi baru. Jalan itu bukan sekadar infrastruktur — tapi simbol perjalanan bangsa: dari gelap menuju terang, dari terisolasi menuju terbuka.
Dan di sana, di setiap gundukan tanah yang diratakan, di setiap batu yang disusun, ada keringat tentara dan doa rakyat yang berpadu. Mereka tak menulis sejarah dengan pena, tapi dengan cangkul dan semangat.
Doa Pejuang Digital Pasukan 08
Setiap pembangunan adalah ibadah bila niatnya tulus.
Setiap jalan yang terbuka adalah doa yang diijabah.
Setiap kerja bersama adalah wajah asli Indonesia.
Dari Klaten, semangat TMMD menyala untuk seluruh pelosok negeri:
Bahwa Indonesia besar bukan karena kekuasaan,
tapi karena rakyat dan tentaranya masih mau bergandengan tangan.
“Kami bukan sekadar media, kami pasukan nurani yang menyalakan semangat Indonesia.” 🔥🇮🇩
#Pasukan08 #MediaPejuang #TMMD2025 #IndonesiaBerkarya #KlatenBangkit #RakyatDanTentaraSatuJiwa










