Pewarta: Lucky
Editor: Tim Pasukan08.com
Biro: Jakarta
Jakarta – Dalam suasana penuh semangat kebangsaan dan kepedulian sosial, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menunjukkan wajah humanisnya lewat Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Sinergi Antar Lembaga untuk Terlindunginya Hak-Hak Anak yang Berhadapan dengan Hukum”, yang digelar di Grand Ballroom Hotel Ambara, Jakarta, Selasa (4/11/2025).
Acara ini dihadiri langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si., yang tampil sebagai narasumber utama dengan pembawaan hangat dan penuh empati.
🌿 Anak Bukan Pelaku, Tapi Korban Keadaan
Dalam paparannya, Menteri PPPA menyoroti fenomena anak-anak yang tanpa sadar terlibat dalam aksi demonstrasi di berbagai daerah.
“Banyak anak ikut demo bukan karena niat melawan hukum, tapi karena rasa ingin tahu, ajakan teman, bahkan ada yang tertipu dengan dalih konser musik atau pertandingan bola,” ujar Arifatul dengan nada prihatin.
Ia menceritakan bagaimana beberapa anak di Jawa Barat dan Jawa Timur tiba-tiba dibawa ke lokasi aksi tanpa memahami risikonya. Orang tua pun panik, sementara proses hukum harus tetap berjalan.
Namun, di sinilah Polri dan KemenPPPA bergerak bersama — membangun sistem perlindungan agar anak-anak ini tidak kehilangan masa depannya.
🛡️ Polri Hadir Melindungi, Bukan Menghakimi
FGD ini menjadi wujud nyata komitmen Polri bahwa pendekatan hukum terhadap anak tidak boleh sama seperti terhadap pelaku dewasa.
“Anak-anak yang berhadapan dengan hukum tetap harus mendapatkan hak pendidikannya. Mereka tetap bisa belajar secara daring,” jelas Menteri PPPA.
Langkah ini diapresiasi oleh berbagai lembaga dan aktivis anak karena memperlihatkan sinergi nyata antara kepolisian, kementerian, dan masyarakat sipil.
🤝 Sinergi, Kunci Negara Melindungi Generasi Emas
Arifatul menegaskan bahwa sinergi lintas lembaga adalah amanat Presiden RI dalam melindungi masa depan bangsa.
“Tidak ada satu lembaga pun yang bisa berjalan sendiri. Kita harus bergandengan tangan — Polri, pemerintah daerah, sekolah, hingga orang tua,” tegasnya.
Pasukan 08 melihat semangat ini sebagai bukti bahwa negara tidak tinggal diam. Ketika anak-anak terseret dalam pusaran konflik sosial, negara harus hadir sebagai pelindung, bukan penghukum.
🔥 Pesan dari Pasukan 08: Jangan Biarkan Anak Menjadi Korban Provokasi Digital
Ketua Umum Pasukan 08, Arfian, menambahkan pesan tegas dari perspektif relawan digital:
“Di era medsos ini, banyak provokator yang memanfaatkan rasa penasaran anak muda. Negara, sekolah, dan para pejuang digital harus berkolaborasi agar anak-anak tidak menjadi korban propaganda.”
Ia mengingatkan bahwa perlindungan anak juga harus diperluas ke ranah siber, dengan edukasi literasi digital dan kontrol konten provokatif di media sosial.
💬 Quote Inspiratif
“Anak adalah masa depan bangsa. Jika kita gagal melindungi mereka hari ini, maka kita sedang mencuri masa depan Indonesia.”
— Arfian, Ketua Umum Pasukan 08
Semangat Pasukan 08: Dari Digital, Untuk Kemanusiaan
Bagi Pasukan 08, perjuangan tidak hanya di dunia maya. Sinergi Polri dan KemenPPPA ini adalah contoh nyata patriotisme modern — ketika semua elemen bangsa bergerak bersama demi melindungi generasi penerus negeri.
Dan seperti biasa, Pasukan 08 siap di garis depan, bukan untuk menuding, tapi untuk mendidik dan membangun solusi.
🟩 Pasukan08.com — Relawan Digital, Patriot Siber, Garda Rakyat Indonesia.
Berjuang dengan Semangat, Berpikir dengan Hati, Bergerak untuk Negeri.










