Menu

Mode Gelap

Berita Jawa · 6 Nov 2025 01:18 WIB ·

“Mata Ruang Lama Kini”: Ketika Seni Keramik Jadi Bahasa Ketahanan Budaya Bangsa


 Keramik dengan tekstur ukiran yang unik dan menarik Perbesar

Keramik dengan tekstur ukiran yang unik dan menarik

pasukan08.com – Ruang Inspirasi, Ruang Aksi Anak Bangsa
Pewarta: Eko Windarto
Editor: Pasukan 08
Biro: Jawa Timur

Batu, Jawa Timur — Di tengah arus modernitas yang sering melupakan akar budaya, sebuah pameran seni di Kota Batu hadir membawa pesan kuat tentang daya tahan identitas bangsa.
Pameran “Mata Ruang Lama Kini”, yang digelar 9–23 November 2025 di Studio MataHati Ceramics, bukan sekadar etalase karya indah dari tanah liat—melainkan manifestasi kebangkitan nilai-nilai kearifan lokal yang menyatu dengan semangat kemajuan zaman.

Pameran ini dikelola oleh Muchlis Arif, seniman muda yang tak hanya mengolah tanah liat, tetapi juga menggali makna terdalam dari perjalanan waktu bangsa ini: bagaimana masa lalu dan masa kini bisa berdialog dalam satu wadah bernama kebudayaan yang berdaya.

“Tanah liat yang tampak sederhana adalah simbol kehidupan rakyat. Dari situ lahir karya seni yang memanggil ingatan, memperkuat jati diri, dan mengajarkan kita untuk tak melupakan asal,” ujar Arif, sang penggagas.


🎯 Ruang Seni, Ruang Ketahanan

Bagi Pasukan 08, seni bukan sekadar estetika — ia adalah bentuk perlawanan yang halus. Ketika budaya dikomersialisasi dan tradisi dilupakan, seni seperti inilah yang menjaga “urat nadi bangsa”.

Pameran “Mata Ruang Lama Kini” menjadi ruang edukasi sosial yang sejalan dengan visi nasional Presiden Prabowo Subianto, yakni menumbuhkan kemandirian dan pemberdayaan masyarakat melalui nilai-nilai budaya dan kreativitas lokal.
Seni keramik yang berakar dari tanah menjadi simbol konkret: sederhana, kuat, dan penuh filosofi — seperti rakyat Indonesia yang tangguh menghadapi perubahan zaman.


Salah satu koleksi keramik yang menarik

🌏 Batu, Kota Kreatif yang Tak Lupa Akar

Kota Batu dikenal sebagai Kota Wisata Kreatif, bukan hanya karena alamnya yang memesona, tetapi karena semangat warganya yang “Saling Asah, Saling Encer, dan Saling Empati” — falsafah Batu SAE yang hidup di setiap karya.

Melalui pameran ini, Studio MataHati Ceramics menghidupkan kembali nilai gotong royong antar seniman, komunitas, dan masyarakat.
Ruang pamer berubah menjadi tempat berjumpa ide dan gagasan, membangun ekosistem budaya yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat kreatif.

“Kami ingin seni tidak hanya dilihat, tapi dirasakan dan dipahami. Di sinilah rakyat bisa belajar, berdialog, dan menemukan semangat baru,” tutur Arif lagi.


🧠 Dari Keramik ke Kesadaran Kolektif

Pameran ini bukan berhenti di keindahan visual. Ia membuka ruang diskusi yang bernas, seperti Art Talk pada 15 November 2025, menghadirkan para seniman dan pakar keramik yang membedah seni sebagai media diplomasi budaya.
Dari diskusi itu lahir satu kesadaran baru: bahwa budaya adalah senjata halus untuk mempertahankan jati diri bangsa.

Pasukan 08 menilai, kegiatan seperti ini penting untuk memperkuat diplomasi kebudayaan Indonesia. Saat negara lain membangun pengaruh lewat teknologi, kita membangun jiwa bangsa lewat budaya dan kreativitas yang berakar.


💪 Seni, Pemberdayaan, dan Kebangkitan

Dalam semangat Revolusi Mental Kreatif yang digaungkan banyak kalangan, pameran ini adalah bentuk nyata keberpihakan kepada masyarakat kreatif.
Dengan tiket gratis, pameran ini membuka pintu bagi semua kalangan — dari pelajar, wisatawan, hingga pengrajin lokal — untuk belajar dan berkolaborasi.

Mata Ruang Lama Kini” bukan sekadar judul. Ia adalah panggilan agar bangsa ini menatap masa depan tanpa meninggalkan masa lalu.
Bahwa di balik setiap karya seni, ada perjuangan rakyat kecil yang tak kenal lelah — dan di sanalah semangat Indonesia yang kuat dan berdaulat tetap menyala.


🕊️ Satu Pesan dari Batu untuk Nusantara

Bagi Pasukan 08, setiap ruang kreatif seperti ini adalah benteng pertahanan kebangsaan.
Seni yang hidup di tengah rakyat akan selalu menjadi penyeimbang arus globalisasi yang sering menenggelamkan budaya sendiri.
Dan dari Kota Batu yang sejuk ini, lahir pesan hangat untuk seluruh negeri:

“Jangan biarkan budaya kita hanya jadi kenangan. Jadikan ia sumber kekuatan, jati diri, dan inspirasi untuk membangun Indonesia yang bermartabat.”


📅 Pameran berlangsung: 9–23 November 2025
📍 Lokasi: Studio MataHati Ceramics, Jalan Wastu Asri, Junrejo, Kota Batu
🕗 Jam buka: 08.00 – 19.00 WIB
🎟️ Gratis dan terbuka untuk umum


🟥 Pasukan 08 – Gerakan Rakyat Digital.
Dari budaya, kita bangkit. Dari rakyat, kita kuat.
Dari ruang seni, kita membangun Indonesia yang berdaulat.

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

SPPG Cahaya Siap Beraksi, Ribuan Anak di Cawas Klaten Akan Terima MBG

6 Februari 2026 - 11:50 WIB

Klaten Selatan Dilanda Masalah Sampah, Warga Diminta Tingkatkan Kepedulian Lingkungan

6 Februari 2026 - 11:43 WIB

Kegiatan Sosial Budaya, Didik Haryadi Serahkan Ambulans kepada Relawan RCTD Klaten

1 Februari 2026 - 14:27 WIB

Pemerintah Revitalisasi 16.169 Sekolah, SMP Muhammadiyah Sinar Fajar Klaten Jadi Salah Satu Penerima

1 Februari 2026 - 00:56 WIB

Momen Warga Klaten Soroti Kurangnya Tindak Lanjut Pelatihan UMKM di Hadapan Anggota DPRD

27 Januari 2026 - 03:28 WIB

Satu Komando, Satu Jiwa Korsa Pasukan 08: Di Bawah Langit Jawa Timur, Rasa Perjuangan Membumbung ke Angkasa

27 Januari 2026 - 01:35 WIB

Trending di Berita Jawa