Pewarta: Eko Setyo Atmojo
Editor: Tim Redaksi Pasukan 08
Biro: Klaten Raya
Klaten, 5 November 2025 — Setelah serentetan kecelakaan yang memakan korban jiwa, akhirnya ada langkah nyata dari Pemerintah Kabupaten Klaten. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR), polisi tidur resmi dipasang di perempatan Jalan Ngadisari, Mrisen, Juwiring — sebuah titik yang selama ini dikenal warga sebagai “perempatan maut.”
Langkah ini bukan hanya pekerjaan teknis, tapi juga bentuk kehadiran negara di tengah keresahan rakyatnya.
Sudah terlalu sering warga bersuara. Sudah banyak nyawa melayang.
Baru hari ini, akhirnya suara rakyat benar-benar didengar.
“Satu bulan ini sudah ada lima korban. Terakhir selisih tujuh hari, sudah ada korban lagi,” ujar Yono, warga sekitar yang menjadi saksi betapa mengerikannya kondisi jalan itu selama ini.
Warga: Sudah Lama Kami Menunggu
Pemasangan polisi tidur ini langsung disambut dengan rasa syukur oleh warga. Mereka sudah lama meminta agar lokasi itu diperhatikan karena sering menjadi titik tabrakan antara motor dan truk. Banyak pengendara, terutama dari arah barat, tak sadar ada perempatan di depannya karena minim rambu dan penerangan.
“Harapan kami, nanti juga dipasang rambu. Kalau dari arah barat itu gelap, apalagi malam hari. Lampu jalan juga sering mati,” tambah Yono.
Langkah Cepat DPU-PR: Bukti Empati pada Keselamatan Warga
Tim lapangan dari DPU-PR Klaten bergerak cepat. Rabu siang, mereka langsung menurunkan pekerja dan menutup dua sisi jalan — timur dan barat — untuk memasang polisi tidur berbahan aspal.
Langkah sederhana, tapi sangat berarti bagi keselamatan warga.
Pasukan 08 Klaten turut memberikan apresiasi atas respon cepat tersebut. Menurut mereka, kebijakan seperti ini adalah contoh kecil “aksi nyata pemerintahan yang peduli,” bukan sekadar wacana.
“Kita apresiasi langkah cepat DPU-PR. Tapi jangan berhenti di sini. Rambu, lampu, dan pemeliharaan harus jadi prioritas lanjutan. Karena keselamatan rakyat itu hukum tertinggi,” ujar salah satu perwakilan Pasukan 08 Klaten yang ikut memantau kegiatan di lokasi.
Keselamatan Adalah Hak Rakyat
Pemasangan polisi tidur ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan dan memberikan rasa aman bagi pengguna jalan. Namun Pasukan 08 juga menegaskan, pembangunan infrastruktur harus selalu berbasis empati dan kebutuhan nyata masyarakat, bukan sekadar proyek fisik.
Karena pada akhirnya, setiap tindakan kecil pemerintah di lapangan — seperti memasang polisi tidur — bisa jadi penyelamat bagi satu keluarga dari kehilangan.
Pasukan 08 akan terus mengawal dan mendorong pemerintah daerah agar lebih peka terhadap persoalan-persoalan di akar rumput, termasuk keselamatan di jalan raya.
Rakyat butuh perhatian, bukan janji. Butuh aksi, bukan foto seremoni.
#Pasukan08 #KlatenBergerak #KeselamatanRakyatHargaMati #NegaraHadirUntukRakyat










