Oleh : Tim Media Pasukan 08
Serang, Banten
Banten kembali memanggil sejarah pulang. Di tanah para ulama, jawara, dan pejuang, denyut kebangsaan akan berdegup lebih kencang. Provinsi Banten resmi ditetapkan sebagai tuan rumah Muktamar Mathla’ul Anwar (MA) ke-XXI, yang akan digelar pada 11–14 April 2026, dengan pusat kegiatan di Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang.
Bukan sekadar perhelatan organisasi, muktamar ini adalah pertemuan ruhani dan intelektual—tempat ribuan kader berhimpun, menyatukan niat, dan meneguhkan langkah perjuangan umat dan bangsa. Rencananya, kegiatan akbar ini akan dirangkai dengan Musyawarah Nasional (Munas) ke-6 Muslimat MA, serta akan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Ketua Pelaksana Muktamar MA ke-XXI, Asep Rohmatullah, menegaskan bahwa forum ini bukan hanya ajang silaturahmi kader, melainkan ruang evaluasi dan regenerasi kepemimpinan yang menentukan arah masa depan organisasi.
“Ini adalah forum penting untuk menyatukan kembali semangat juang kader Mathla’ul Anwar. Kita akan mengevaluasi program, sekaligus menyiapkan estafet kepemimpinan agar tetap relevan dengan tantangan zaman,” ujar Asep, Rabu (17/9/2025).
Diperkirakan sekitar 40.000 kader dari berbagai daerah—mulai dari Jakarta, Banten, Lampung, hingga Jawa Barat—akan memadati Kota Serang. Mereka datang bukan hanya membawa kartu identitas organisasi, tetapi juga membawa harapan, doa, dan kegelisahan rakyat yang ingin pendidikan, keumatan, dan kebangsaan terus dijaga dengan akal sehat dan hati yang jernih.
Selain agenda utama pemilihan Ketua Umum yang pendaftarannya akan dibuka pada awal 2026, Muktamar MA ke-XXI juga akan diisi dengan berbagai diskusi strategis dan kegiatan intelektual. Salah satu agenda penting adalah peluncuran riset Mathla’ul Anwar tentang satuan pendidikan, yang dijadwalkan rilis pada April 2026—sebuah ikhtiar ilmiah untuk memastikan pendidikan tetap menjadi suluh peradaban, bukan sekadar rutinitas administratif.
Banten, dengan sejarah panjang perjuangan dan spiritualitasnya, menjadi panggung yang tepat. Dari Serang, pesan akan dikirimkan ke seluruh penjuru negeri: bahwa organisasi keagamaan bukan penonton zaman, melainkan pelaku sejarah yang menjaga nurani bangsa.
Di tengah riuh dunia dan bising kepentingan, muktamar ini diharapkan menjadi oase—tempat berpikir jernih, bersikap berani, dan melangkah dengan adab.
Pada akhirnya, kami percaya: perjuangan besar selalu lahir dari niat yang lurus dan kebersamaan yang tulus.
Doa Pejuang Digital:
Ya Allah, kuatkan langkah para pejuang ilmu dan iman. Jadikan pertemuan ini sebagai jalan persatuan, bukan perpecahan; sebagai cahaya, bukan bara. Dari Banten, nyalakan kembali semangat Indonesia yang beradab, berani, dan berkeadilan.
Kami bukan sekadar media, kami pasukan nurani yang menyalakan semangat Indonesia.










