Pewarta: Eko Setyo Atmojo
Editor: Tim Pasukan08.com
Biro: Jawa Tengah
Klaten, Pasukan08.com —
Dalam suasana hangat acara sambung rasa bersama Bupati Klaten di Desa Kedungan, Kecamatan Pedan, muncul momen yang tak biasa. Seorang anggota Linmas dengan lantang menagih janji lama soal atribut baru yang hingga kini tak juga terealisasi.
Suara lirih tapi tegas itu datang dari Bambang, anggota Linmas yang dikenal ceplas-ceplos tapi jujur. Dengan nada bercampur lelah dan harap, ia menyampaikan di hadapan Bupati, “Dulu waktu pelatihan di Magelang, Pak Kasatpol PP bilang semua Linmas bakal dikasih atribut lengkap yang baru. Tapi Alhamdulillah, sampai sekarang tahun 2025 belum sampai ke kami, Pak. Ini jujur saja, karena kami ini mengabdi juga tidak ada masa kerjanya, sak jelehe (sampai bosan).”
Ucapan itu sontak disambut riuh rendah tawa dan tepuk tangan anggota Linmas lainnya — tanda bahwa banyak yang sepikiran.
Atribut Tak Seragam, Profesionalisme Dipertanyakan
Bambang menambahkan, ketidakseragaman seragam di lapangan membuat penampilan Linmas kurang kompak.
“Lihat, Pak, teman-teman kami kalau tugas bajunya beda-beda. Ada yang pakai seragam lengkap, ada yang cuma kaos. Jadi kelihatannya kayak tim dadakan,” ujarnya setengah bercanda tapi penuh makna.
Bupati Klaten pun tampak menampung aspirasi tersebut dengan serius. Ia mengangguk, sesekali menatap Kasatpol PP yang duduk di barisan depan.
Kasatpol PP Angkat Suara: “Anggaran Bukan dari Kami”
Menanggapi hal itu, Kasatpol PP Klaten akhirnya memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa pengadaan atribut Linmas bukan lagi tanggung jawab Satpol PP, melainkan dialokasikan melalui anggaran desa masing-masing.
“Kaitan anggota Linmas, itu pasnya yang mengalokasikan dari desa, Pak. Kalau di Satpol PP nanti kejauhan ngambilnya. Jadi, dari desa aja ya,” ujarnya diplomatis.
Ia juga menambahkan bahwa atribut yang dipakai saat ini memang seragam lama.
“Sebenarnya ini seragam lama. Tolong Pak Kades, kalau ada, dibantu diberikan yang baru,” tambahnya, mencoba mendorong solusi lewat jalur pemerintahan desa.
Pasukan 08 Catat: Aspirasi Rakyat Tak Boleh Hanya Jadi Janji
Bagi Pasukan 08, momen ini adalah potret kecil dari semangat rakyat yang ingin dihargai atas pengabdiannya. Linmas adalah garda depan keamanan desa, simbol disiplin dan kesiapsiagaan rakyat. Maka wajar jika mereka menuntut perhatian dan kesetaraan.
Janji adalah utang moral. Di tengah semangat gotong royong dan loyalitas Linmas tanpa pamrih, pemerintah daerah seharusnya menepati komitmen dan memperhatikan kebutuhan dasar mereka.
Pesan Pasukan 08:
“Pengabdian tanpa fasilitas adalah semangat, tapi janji tanpa realisasi adalah luka kecil yang bisa jadi besar jika terus diabaikan.”
Pasukan 08 – Suara Digital Rakyat untuk Keadilan dan Kepedulian.
Bersama Prabowo, Kita Jaga Negeri, dari Desa hingga Dunia Maya. 🔥










